
TAWANGSARI – Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sering kali dianggap sebagai topik berat yang hanya relevan bagi orang dewasa. Padahal, penanaman karakter dan kebiasaan finansial yang bijak idealnya dimulai sejak dini. Mengingat pentingnya pondasi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyelenggarakan kegiatan edukasi interaktif bertajuk “Bangun Generasi Sadar Finansial: Pengenalan Kebutuhan vs Keinginan melalui Metode 4 Kotak Prioritas” pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan pengabdian ini bertempat di kelas 5 MI Muhammadiyah Tawangsari, Kabupaten Boyolali.
Program kerja edukatif ini dirancang secara khusus untuk membantu anak-anak sekolah dasar dalam mengenali konsep dasar keuangan personal. Masalah utama yang kerap dialami anak-anak usia sekolah adalah kesulitan membedakan antara hal yang benar-benar mereka butuhkan untuk kelangsungan belajar dan hidup, dengan hal-hal yang sekadar menjadi keinginan sesaat akibat pengaruh lingkungan sekitar. Melalui intervensi edukasi ini, para siswa diajak menyelami materi pengelolaan uang secara menyenangkan dan kontekstual.
Pelaksanaan program berlangsung dengan kelancaran luar biasa dan meraih tingkat ketercapaian keberhasilan yang sangat memuaskan, yakni mencapai 95 persen. Kunci keberhasilan ini terletak pada penggunaan media pembelajaran visual yang sederhana namun solutif, yaitu metode 4 Kotak Prioritas. Melalui metode ini, siswa diajak mengklasifikasikan pengeluaran ke dalam empat kategori utama: penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak, serta tidak penting-tidak mendesak.

Tingginya antusiasme para siswa di dalam kelas menjadi sorotan utama selama jalannya kegiatan. Perencanaan awal panitia sebenarnya hanya membatasi 10 orang siswa saja untuk maju memperagakan studi kasus di depan kelas. Namun, pada praktiknya, seluruh siswa kelas 5 MI Muhammadiyah Tawangsari menunjukkan ketertarikan yang begitu besar. Tanpa ragu, seluruh murid berpartisipasi aktif bergantian mencoba menuliskan serta menempelkan contoh-contoh kebutuhan dan keinginan mereka pada papan interaktif yang disiapkan oleh tim KKN.
Dalam memantau keberlanjutan pemahaman di rumah, program ini juga melibatkan peran orang tua siswa melalui tugas pembuatan video interaksi belajar bersama anak. Kendati demikian, panitia mencatat beberapa hambatan teknis di lapangan. Sebagian orang tua belum sepenuhnya memenuhi instruksi rekam video secara maksimal, di mana beberapa dokumen hanya menampilkan lembar tugas fisik tanpa memperlihatkan proses diskusi. Selain itu, terdapat variasi kualitas pencahayaan dan resolusi grafik video akibat perbedaan spesifikasi smartphone yang digunakan.

Sebagai langkah penyelesaian, seluruh luaran video interaksi yang terkumpul tetap diunggah secara berkesinambungan melalui kanal media sosial resmi KKN Desa Tawangsari. Tidak hanya itu, tim KKN juga menghadirkan luaran pendamping berupa poster fisik edukatif berjudul “Perbedaan Kebutuhan vs Keinginan & 4 Kotak Prioritas”. Poster bernilai edukasi tinggi ini diserahkan langsung kepada pihak MI Muhammadiyah Tawangsari untuk dipasang permanen di dinding kelas sebagai sarana pengingat belajar siswa. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda Tawangsari yang makin cermat, bijak, dan berkarakter finansial kuat di masa depan.
Penulis: Shafira Aulia Balqis
