
TAWANGSARI – Kelompok 1 KKNT IDBU-12 Tawangsari UNDIP kembali melaksanakan program kerja bertema smart village dengan mengenalkan pemanfaatan aplikasi Meta AI kepada ibu-ibu PKK Dukuh Kedungbanteng, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Juli 2026 di rumah salah satu anggota PKK setempat, dan diikuti oleh sekitar 40 ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Program ini digagas sebagai bagian dari upaya mewujudkan smart village melalui peningkatan literasi digital di tingkat keluarga, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan rumah tangga berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Konsep smart village yang diusung dalam program KKN ini tidak hanya menyasar aspek infrastruktur maupun tata kelola desa secara teknis, tetapi juga menekankan pentingnya adaptasi masyarakat, termasuk kelompok ibu rumah tangga, terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin mudah diakses melalui ponsel pintar.
Selama ini, pencatatan keuangan keluarga di kalangan ibu-ibu PKK Dukuh Kedungbanteng umumnya masih dilakukan secara manual atau bahkan belum dilakukan secara rutin, sehingga sulit untuk memantau arus pemasukan dan pengeluaran rumah tangga secara berkelanjutan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN memandang Meta AI sebagai salah satu solusi teknologi yang mudah diakses secara gratis melalui ponsel dan berpotensi membantu ibu-ibu PKK dalam mencatat keuangan keluarga dengan lebih praktis.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Frisca Aprianisyah Izzaty selaku penanggung jawab program kerja, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dra. Ana Irhandayaningsih, M.Si. Seluruh anggota kelompok KKN turut berperan aktif dalam mendampingi ibu-ibu PKK selama sesi praktik berlangsung, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak dan tingkat pemahaman teknologi yang beragam di antara peserta.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan berlangsung di rumah salah satu anggota PKK Dukuh Kedungbanteng, dengan metode penyampaian materi dan praktik langsung. Mahasiswa KKN memaparkan pengenalan dasar mengenai Meta AI yang ada di aplikasi WhatsApp, mulai dari cara mengakses aplikasi, cara memberikan perintah (prompt) dengan bahasa sehari-hari, hingga contoh penggunaannya dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga sehari-hari.
Pemaparan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, mengingat sebagian besar peserta belum terbiasa menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan sebelumnya. Setelah pemaparan, ibu-ibu PKK diajak untuk langsung mempraktikkan penggunaan Meta AI menggunakan ponsel masing-masing, didampingi oleh mahasiswa KKN yang berkeliling untuk membantu peserta yang mengalami kendala teknis.

Melalui praktik ini, peserta diajarkan cara meminta Meta AI membantu mencatat transaksi keuangan, membuat rekap sederhana harian maupun bulanan, hingga memberikan perintah dengan bahasa sehari-hari agar lebih mudah dipahami tanpa perlu mempelajari istilah teknis maupun rumus yang rumit. Beberapa ibu-ibu PKK bahkan langsung mencoba mempraktikkan pencatatan pengeluaran belanja harian mereka sebagai contoh nyata penggunaan aplikasi tersebut.
Respons Peserta
Ibu-ibu PKK Dukuh Kedungbanteng memberikan respons yang positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai Meta AI lebih mudah digunakan dibandingkan Google, karena Meta AI dapat diberikan perintah secara lebih fleksibel dan bebas sesuai kebutuhan pengguna, tidak terbatas pada pencarian kata kunci seperti pada mesin pencari pada umumnya. Kemudahan ini dirasakan cukup membantu, terutama bagi peserta yang sebelumnya kurang terbiasa mencari informasi secara daring.
Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi praktik, mulai dari cara menyimpan hasil catatan keuangan, cara mengoreksi kesalahan input, hingga kemungkinan penggunaan Meta AI untuk kebutuhan lain di luar pencatatan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terhadap pemanfaatan teknologi digital, asalkan disampaikan dengan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Dukuh Kedungbanteng dapat semakin terbiasa memanfaatkan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung pengelolaan keuangan keluarga yang lebih tertib dan efisien, sejalan dengan semangat smart village yang diusung dalam program KKN ini. Program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Dukuh Kedungbanteng untuk lebih terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Penulis: Frisca Aprianisyah Izzaty
