Kembali ke Berita
Berita Utama

Bukan Sekadar Tempat Baca, Perpustakaan Desa Tawangsari Bersama Mahasiswa KKN-T IDBU 12 UNDIP Bawa Semangat “Sinau Bareng, Tumbuh Bareng”

admintawangsari • August 7, 2026

TAWANGSARI – Perpustakaan Desa Tawangsari resmi diperkenalkan dengan identitas baru melalui program branding yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP). Mengusung tagline “Sinau Bareng, Tumbuh Bareng”, program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang literasi yang edukatif, menyenangkan, dan terbuka bagi masyarakat.

Gambar 1. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro bersama anak-anak berfoto di dalam ruang Perpustakaan Desa Tawangsari sebagai bagian dari kegiatan pengenalan dan pemanfaatan ruang literasi desa (Sabtu, 25 Juli 2026)

Berlokasi di Polindes Desa Tawangsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Perpustakaan Desa Tawangsari memiliki 306 koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak hingga masyarakat umum. Kehadiran identitas baru diharapkan dapat membuat perpustakaan lebih mudah dikenali sekaligus membangun kesan sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Branding perpustakaan diwujudkan melalui identitas visual dengan tagline “Sinau Bareng, Tumbuh Bareng”, poster ajakan membaca, serta konten promosi yang disebarluaskan melalui media sosial dan WhatsApp. Mahasiswa KKN-T IDBU 12 Universitas Diponegoro Juga membuat video promosi untuk memperkenalkan suasana perpustakaan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Gambar 2. Anak-anak membaca buku di dalam Perpustakaan Desa Tawangsari sebagai bagian dari aktivitas literasi di ruang baca desa (Sabtu, 25 Juli 2026)

Pemilihan tagline tersebut membawa pesan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat hadir, belajar bersama, sekaligus ikut merawat Perpustakaan Desa Tawangsari. Konsep visual yang mengangkat karakter anak-anak dan keberadaan media permainan tradisional juga dirancang untuk membangun suasana perpustakaan yang lebih ramah dan menarik.

“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat sehingga publikasi penting untuk mengenalkan Perpustakaan Desa Tawangsari. Kami ingin mengubah kesan bahwa perpustakaan itu membosankan dengan menghadirkan konsep edukatif, unsur anak-anak, dan permainan tradisional agar perpustakaan terasa lebih menyenangkan untuk belajar bersama,”  ujar Koordinator Desa Tim KKN-T IDBU 12  Universitas Diponegoro.

Media promosi yang dibuat juga menjadi upaya untuk memperkenalkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang tersedia di perpustakaan. Kehadiran identitas baru diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya berkunjung, tetapi juga ikut menjaga dan merawat keberlangsungan perpustakaan.

Melalui branding dan promosi tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 12 Universitas Diponegoro turut mendorong penguatan citra Perpustakaan Desa Tawangsari sebagai ruang literasi yang edukatif dan inklusif. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan Smart Village Literacy, dengan menjadikan literasi sebagai aktivitas yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat desa.

Pada akhirnya, keberlanjutan perpustakaan tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas dan koleksi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkannya. Semangat “Sinau Bareng, Tumbuh Bareng” diharapkan dapat menjadi ajakan bagi masyarakat Tawangsari untuk bersama-sama belajar, memanfaatkan, dan merawat perpustakaan sebagai ruang literasi desa.

Penulis: Nazwa Putri Alifia

Scroll to Top