TAWANGSARI – Pemerintah Desa (Pemdes) Tawangsari terus melakukan terobosan dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan. Terbaru, tim teknis Pemdes didampingi tokoh masyarakat melakukan pengukuran lahan secara presisi untuk rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih Tawangsari, Selasa (20/01/2026).
Langkah ini merupakan tahap awal dari proyek strategis desa yang bertujuan untuk menyediakan wadah permodalan dan distribusi produk bagi warga Tawangsari.

Lokasi Strategis di Pusat Ekonomi
Pemilihan lokasi gedung Koperasi Merah Putih dinilai sangat strategis karena berada di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran, lahan yang disiapkan memiliki dimensi 32 x 35 meter.
Lokasi tepatnya berada di:
- Sisi Barat: MIM (Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah) Tawangsari.
- Sisi Selatan: Berbatasan langsung dengan kawasan Ruko dan Pasar Penjalinan.

"Penentuan lokasi ini sengaja dilakukan di dekat area pasar dan sekolah agar aksesibilitas anggota koperasi nantinya lebih mudah. Dengan lahan seluas ini, gedung koperasi akan memiliki ruang yang representatif untuk kantor, gudang distribusi, hingga area pelayanan anggota," ujar perwakilan Pemdes Tawangsari di sela-sela pengukuran.
Sinergi dengan Unit Usaha Desa
Kehadiran Koperasi Merah Putih ini diproyeksikan akan bersinergi erat dengan unit usaha yang sudah berjalan, seperti BUMDes Kresna. Jika BUMDes fokus pada pengelolaan wisata edukasi Campbell 2 Edupark dan hidroponik, maka koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak simpan pinjam dan penyediaan kebutuhan pokok bagi pelaku UMKM di Tawangsari.
Dengan adanya pengukuran lahan yang akurat ini, Pemdes Tawangsari memastikan bahwa pembangunan fisik dapat segera dimulai sesuai dengan regulasi tata ruang desa yang berlaku. Pembangunan ini menjadi sinyal positif bahwa Desa Tawangsari semakin serius bertransformasi menjadi desa mandiri secara ekonomi di tahun 2026 ini.
