
TAWANGSARI – Dalam rangka mendukung terwujudnya Smart Village Literacy melalui integrasi literasi keuangan dan perlindungan data demi keberlanjutan UMKM di Desa Tawangsari, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim II Universitas Diponegoro Kelompok 1 menggelar kegiatan “Edukasi Keamanan Digital dan Perlindungan Data Pribadi” pada Minggu (19/07/2026). Bertempat di kediaman Ibu Partini, Dukuh KedungBanteng, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, program ini menyasar ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai fondasi utama peningkatan literasi digital di tingkat keluarga maupun komunitas lokal.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif melalui penyampaian materi perlindungan data berbasis metode mnemonic “SABAR”. Metode praktis ini dirancang agar substansi keamanan digital mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian materi tersebut mencakup lima langkah preventif utama:
- S – Saring sebelum Sharing: Mengimbau untuk tidak sembarangan menyebarkan tautan undian gratis atau bantuan sosial yang berpotensi hoaks.
- A – Amankan KTP & OTP: Mengingatkan bahaya membagikan foto KTP/KK sembarangan serta menjaga kerahasiaan kode OTP dari siapapun.
- B – Baca Ujung Nama File: Mengedukasi peserta agar waspada terhadap file berbahaya berekstensi .apk yang menyamar sebagai undangan, foto paket, atau surat tilang.
- A – Abaikan Nomor Asing: Mengajarkan langkah tegas untuk mematikan dan memblokir panggilan dari nomor tak dikenal yang mengancam atau menawarkan hadiah palsu.
- R – Recheck (Cek Lagi): Mendorong peserta untuk tenang dan langsung memverifikasi keanggotaan keluarga jika menerima telepon panik bermodus musibah.
Selain langkah preventif, Ibu-ibu PKK juga dibekali panduan tanggap darurat apabila terlanjur mengklik tautan mencurigakan atau menjadi korban kejahatan siber. Melalui pembekalan ini, ibu-ibu PKK diharapkan mampu bersikap lebih cermat dan tenang dalam menghadapi potensi ancaman digital, serta dapat mengamankan data pribadi maupun aset finansial keluarga secara mandiri.
Antusiasme peserta terbukti dari terciptanya komunikasi dua arah yang dinamis sepanjang sesi, ditandai dengan munculnya berbagai pertanyaan kritis seputar pengalaman dan risiko keamanan data harian. Untuk memperkuat pemahaman serta memfasilitasi pembelajaran mandiri di rumah, Tim KKN UNDIP turut membagikan leaflet informatif kepada seluruh peserta.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini berhasil mencapai sasaran secara optimal. Tingkat keberhasilan program tercermin dari tumbuhnya komitmen serta kebiasaan baru para anggota PKK yang langsung menerapkan tindakan preventif dan langkah-langkah praktis perlindungan data pribadi pasca-kegiatan.
Penulis: Wan Azka Khairi Muhammad
