Upacara Wisuda Pawiyatan Kabudayan Jawi Sekar Semawur Babaran 2, Memperkokoh Pilar Budaya di Desa Tawangsari

TAWANGSARI – Desa Tawangsari kembali menjadi saksi atas komitmen pelestarian budaya Jawa melalui sebuah acara yang penuh makna. Pada hari Sabtu, 09 November 2025, bertempat di Griya Mujiman, diselenggarakanlah Upacara Wisuda bagi peserta Pawiyatan Kabudayan Jawi “Sekar Semawur” Babaran 2. Acara ini merupakan wujud nyata upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Tawangsari dalam memelihara dan menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa dan adat Jawa di tengah masyarakat.

Sepuluh Wisudawan Siap Mengemban Tugas

Sebanyak sepuluh putra terbaik dari berbagai dukuh di Desa Tawangsari dan sekitarnya dinyatakan lulus dengan predikat baik. Mereka telah menyelesaikan pelatihan intensif yang bertujuan mengasah keterampilan berbahasa Jawa yang luhur dan memahami tata cara adat Jawa.

Kesepuluh wisudawan tersebut adalah:

1. Suparman – Dk. Kedungbanteng

2. Nur Sahid – Dk. Keyongawi

3. Supadi – Dk. Kongklangan

4. Eri Khoirul Fatikin – Dk. Kongklangan

5. Arif Hartono – Dk. Ngemplak

6. Sartono (Gendon) – Dk. Tawangsari

7. Muh Jamaludin Musthofa – Dk. Watugede

8. Rindu Saputro – Dk. Ringin

9. Rodhi Puryanto – Dk. Plemburan

10. Suroto – Dk. Gunungsari

Mereka kini telah dinyatakan mampu dan terampil untuk melaksanakan tugas-tugas penting dalam berbagai upacara adat Jawa, seperti menjadi Pambiwara/Pranatacara (Pembawa Acara), pelaksana Pasrah Temanten (Penyerahan Pengantin), Nampi Pasrah Temanten (Penerima Serah Pengantin), hingga Atur Pambagyo (Sambutan), dan berbagai peran lain yang menuntut penguasaan unggah-ungguh (sopan santun) dan kemampuan berbahasa Jawa yang mumpuni.

Kolaborasi Budaya dan Religius

Acara wisuda ini diselenggarakan oleh Pemdes Tawangsari dan sepenuhnya diampu oleh Bapak Mujiman, yang juga menjabat sebagai Pangarsa Sanggar (Ketua Sanggar). Beliau adalah tokoh sentral di balik keberhasilan dan keberlangsungan pelatihan budaya ini.

Lebih istimewa lagi, upacara wisuda ini digabungkan dengan acara Ngudar Nadar Bapak Mujiman, sebuah ungkapan syukur berupa acara walimahan.

Sesi walimahan tersebut diisi dengan ceramah agama dan hiburan yang mendidik dari Ustadz Pujiono, S.Si., M.M., penceramah dari Sambi, Boyolali. Ustadz Pujiono membawakan pengajian melalui media Wayang Golek Pitutur (Wayang Golek Nasihat) dengan lakon yang sarat makna, bertajuk: “Marsudi Ing Reh Kautamen”.

Arti dalam Bahasa Indonesia: “Marsudi Ing Reh Kautamen” memiliki makna mendalam, yaitu “Mengupayakan atau Mengusahakan Keadaan Utama/Kebaikan”. Pesan ini sejalan dengan tujuan pawiyatan yang melatih peserta untuk selalu mengedepankan keluhuran budi dan berbahasa.

Harapan untuk Masa Depan Budaya

Penggabungan antara upacara wisuda budaya dan pengajian keagamaan ini menunjukkan bahwa adat dan agama dapat berjalan beriringan, saling menguatkan nilai-nilai luhur di masyarakat. Melalui kegiatan seperti Pawiyatan Kabudayan Jawi “Sekar Semawur”, diharapkan bibit-bibit unggul pelestari budaya Jawa akan terus bermunculan, memastikan bahwa keterampilan dan tata krama Jawa tidak akan tergerus oleh zaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top